REBUT TAHTA KUIL BA TA WIE (BAGIAN 2)

×

Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/vhosts/www.hahahihi.tk/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).




Play Crypto Mining Game


Play StarCoin Game





Profit every 10 minutes!




Seorang diantara tiga sesepuh BA TA WIE berdiri sambil menjura. "Anak muda, pinto hanya meminta pinceng mengikuti aturan dalam pibu ini. Nama pinceng belum lagi dipanggil, namun sudah bersikap mendahului Thian (Tuhan). Bersabarlah sampai nama pinceng dipanggil oleh panitia pibu..", kata sang sesepuh yang memiliki rambut emas itu.

Mat Da Nie tersenyum, kemudian membalas, "Maaf, sesepuh..bukannya pinto berlagak mendahului Thian, namun tadi dengan ilmu "Mata Dewa" yang pinto kuasai, pinto bisa melihat bahwa dari tulisan yang ada di kertas genggaman kasim ini adalah nama pinto. Dan pinto mesti bertarung dengan ...."

Terdengar suara orang menarik ingus, diikuti suitan nyaring "Mu kha ghi lay!".

Satu sosok segera bersalto tiga kali dan mendarat dengan mulus di hadapan Mat Da Nie. Ah Lung, jagoan dari Tenabang berdiri gagah sambil mengelus hidungnya.

Ah Lung segera menjura hormat kepada para sesepuh perguruan. "Maaf, para sesepuh..pinto juga sudah mengetahui nama pinto ada dalam urutan sekarang ini," kata Ah Lung sambil mengedipkan matanya ke kasim panitia.

"Ilmu apa yang Tay Hiap Ah Lung pakai, sehingga bisa melihat nama dalam kertas itu?", tanya sesepuh BA TA WIE berambut gimbal.

"Ini ilmu KAHIAP (Kasih Angpao Habis Perkara) yang pinto gunakan ke kasim ini", jawab Ah Lung. "Biar pinto beri pelajaran Mat Da Nie yang sungguh kurang ajar ini.", sambungnya lagi.

Tampak para sesepuh berbisik satu sama lain. Akhirnya sesepuh berkepala gundul, berkata, "Baiklah kalau begitu, kalian anak-anak muda sungguh Bo Ceng Li (tidak tahu adat). Kita lihat sama-sama nama siapa yang dibacakan. Hai orang kasim, bacakan nama dalam kertas itu!"

Sang kasim maju ke depan dan membacakan nama yang ada dalam kertas. "Pibu berikutnya antara Mat Da Nie yang berjuluk Dewa Seribu Cinta melawan ... pendekar Rho Su Yo, siucai gambar 68%, "kata si Kasim yang segera mundur ke belakang.

"Kasim benconggggg..percuma gue kasi angpao", teriak Ah Lung sambil melompat keluar arena mengejar kasim.

Pendekar Rho Su Yo berdiri menjura hormat dari tempat duduknya, memegang pena Pat Kwa sakti ia segera menggambar sesuatu di udara!

Inilah salah satu jurus sakti andalannya yang menunjukkan penguasaan lwee-kang dan sin-kang yang diarahkan ke arah pena. Dengan satu jentikan, tubuhnya melayang dan turun tepat di hadapan Mat Da Nie.

"Pinto terima kasih atas kesempatan ini, sesepuh..namun ijinkan pinto sebelum menghajar pendekar bo ceng li Mat Da Nie ini, pinto ingin menyanyikan syair perguruan Ba Ta Wie yang terkenal itu...", ujar Rho Su Yo.

"Jhian chu..", dengus Mat Da Nie. "Jangan sampai lupa salah ucap..", kata Mat Da Nie sambil terkekeh.

Para sesepuh berdiri bersama hadirin, dan pendekar Rho Su Yo memulai lantunan suaranya yang sungguh tidak merdu itu.

"Jhian chu..", terdengar Mat Da Nie mendengus kesal. Ketika syair usai, segera ia memasang kuda-kuda untuk menuntaskan laga ini. (BERSAMBUNG)

=====
Jhian Chu : dialek Hokkian, adalah ungkapan lembut pertanda cinta yg sering diucapkan pendekar dari daerah Shu Ra Bauw Ya.

Kasim : orang kebiri
Sin-kang : tenaga sakti

Monthly archive

Counter

  • Site Counter:48,842
  • Unique Visitor:5,475
  • Your IP:34.203.225.78
  • Since:06 Mar 2016
  • Visitors:
    • Today:73
    • This week:412
    • This month:1,887
    • This year:17,447
Powered by Drupal
Free Web Hosting